Sabtu, 26 Juni 2010

penjelasan tentang komet, asteroid, dan meteorid

1. Komet
Jasad-jasad (benda-benda) antariksa ini pada permulaan terlihat sebagai kabut kecil di antara bintang-bintang lain yang setiap hari semakin bertambah terang cahayanya, dan kemudian terlihat sebagai bintang berekor (Comet/ Komet). Komet nampak paling terang jika terlihat sebagai bintang sore dan bintang pagi.
Komet terdiri dari kepala dan ekor. Kepala terdiri atas inti dan lapisan-lapisan di sekeliling inti yang disebut Koma atau rambut. Kepala Komet mempunyai garis tengah sampai 100.000 km dan panjang ekor antara 10 – 100 juta km.
Kelihatan seperti bintang yang muncul sekonyong-konyong sebagai bintang yang bergerak dengan cepat, kemudian segera padam. Inti berasal dari benda kosmis yang amat kecil dengan garis tengah 0,2 – 0,5 mm memasuki atmosfer dengan kecepatan 40 km/detik dan pada jarak 160 a’ 502 km di atas bumi mulai pijar karena menekan udara di depannya, sehingga udara yang amat tertekan ini menjadi pijar dan benda-benda tersebut terbakar menjadi debu. Meteor tersebut sering diikuti oleh ekor yang terdiri atas uap pijar yang mengandung ion.
Arah meteor umumnya tak menentu kecuali pada waktu ada hujan bintang beralih seolah-olah datang dari satu titik sinar atau radian. Hujan beralih ini disebut dengan nama rasi di mana radiannya terletak, misalnya: Perseida, Leonida, Lyrida, Cyanida, dan sebagainya. Perseida nampak pada hari-hari tanggal 10 – 13 Agustus sedangkan Leonida pada tanggal 10 – 14 Nopember, sedang pada tiap 33 tahun sekali lebih deras.

2.Asteroid
Telah lama orang menduga adanya planet di angka 28 dari deret Titius-Bode. Pada tanggal 1 Januari 1801 Piazzi menemukan planet yang amat kecil dengan diameter 780 km dan diberi nama Ceres (Dewi Kehidupan). Selanjutnya tahun 1802 Olbers menemukan planetoida yang kedua dan diberi nama Pallas, tahun 1804 Yuno, tahun 1807 Vesta, tahun 1845 Planetoid ke-5 ditemukan Hecnke. Sekarang telah ditemukan lebih dari 5.000 planetoid dan kira-kira 1.700 dari jumlah tersebut diketahui orbitnya.
Orbit asteroid terutama di antara Mars dan Yupiter. Kebanyakan eksentrisiteitnya besar, misalnya Adones e= 0,78 pheriheliumnya sampai orbit Merkurius, Hidalgo = 0,65 (mencapai orbit Mars), Incrarus e= 0,83 (pheriheliumnya sangat dekat dengan matahari).

3. Meteorid
Kadang-kadang ada meteor yang nampaknya sebesar bulan yang disebut Daru/ Bola Api. Bola api ini disebabkan oleh benda-benda kosmis berupa bongkah-bongkah materi yang jauh lebih besar dari pada kersik-kersik kosmis dan disebut meteorid atau batu meteor atau bolid. Batu-batu kosmis ini pada waktu mendekati bumi sampai setinggi 15 km di atas bumi seolah-olah direm oleh atmosfer bumi yang lebih padat, sehingga di depannya berpijar, kemudian berkurang tekanannya dan padam. Seringkali bola api sebelum jatuh ke bumi meletus dengan suara yang amat dahsyat dan mengeluarkan sinar cahaya yang amat kuat. Ini disebabkan karena penghambatan kecepatan dengan sekonyong-konyong tadi, sehingga tenaganya diubah menjadi panas.
Meteorik menjadi panas dan gas-gas di dalamnya meledak bersama-sama hancurnya meteorid sebelum sampai ke bumi.
Meteor-meteor yang jatuh ke bumi ada yang sebesar beberapa cm³ dengan berat 1 – 5 kg saja, tetapi ada pula yang volumenya 5 – 10 m³ dengan berat 25 – 60 ton atau lebih. Beberapa meteorid raksasa yang pernah jatuh ke bumi adalah sebagai berikut:
a. Di Siberia sebelah utara di Bouhal pada tanggal 3 Juni 1908 ratusan km³ tanah sekitar rusak dan 20 km² hutan rimba roboh getarannya sampai di Eropa barat. Terbentuklah kawah meteor sebanyak 200 akibat pecahan-pecahan batu meteorit.
b. Di Vladivostok pada tanggal 21 September 1947 seberat ±1.000 ton.
c. Di Canon Diablo (Arizona – USA) membuat kawah meteor selebar ±1.300 m sedalam 570 m dan terdiri atas besi, nikel, dan platina.
Batu meteorid yang dikenal ada tiga jenis:
a. Meteorid batu yang banyak mengandung Calcium dan Magnesium.
b. Meteorid besi nikel mengandung besi (90%) dan nikel (8%).
c. Toktit yang mengandung asam kisal (80%) yang serupa dengan glas hijau, batu-batu ini ditemukan tersebar sepanjang lingkaran bumi yang melalui Bohemia, India Belakang, Biliton Australia, Tasmania, Peru, dengan umur batu ± 2 milyar tahun dengan berat jenis kurang lebih sebesar berat jenis Bulan. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa toktit berasal dari bulan yang dilemparkan oleh letusan gunung-gunung apinya ke bumi pada jutaan tahun yang lalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar